AD – ART

ANGGARAN DASAR ( AD )

YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFIIYAH “ NURUL AMIN “

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

Bismillahirrahmnairrahim

MUQADDIMAH

Bahwa Agama Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam, dank arena itu ajarannya mendorong kegiatan pemeluknya untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan hidup lahir bathin di dunia dan akherat.

Bahwa sadar akan peran dan fungsi pesantren, selain sebagai Lembaga Pendidikan/ Pengajaran dan Dakwah, Pesantren sebagai lembaga perjuangan dan pengabdian serta layanan masyarakat yang telah banyak memberikan sumbangan kepada pembangunan bangsa, perlu dipertahankan dan dilestarikan keberadaannya selaras dengan dengan cita-cita bangsa Indonesia dalam rangka membentuk insan-insan muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berahlaqul karimah.

Bahwa pondok pesantren pada kenyataannya telah diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai pengayom dan rujukan dari apa yang ia cari yang menyangkut kemaslahatan ummat, khususnya pada dimensi spiritual.

Bahwa Yayasan Yayasan Pendidikan Dan Sosial Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi, merasa terpanggil untuk mengorganisasi kegiatan-kegiatan dalam upaya mewujudkan peran, fungsi dan cita-cita yang dimaksud melalui faham Ahlussunnah waljamaah.

Maka untuk mewujudkan tujuan tersebut diatas. Disusunlah Anggaran Dasar ( AD ) dan Anggaran Rumah Tangga ( ART ) sebagai berikut :

ANGGARAN DASAR ( AD )

YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFIIYAH “ NURUL AMIN “

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

BAB I

NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

Pasal 1

NAMA

Nama Yayasan        : Yayasan Pendidikan Dan Sosial

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “

Disingkat YASSPIN

Pasal 2

WAKTU

Yayasan Pendidikan Dan Sosial

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ dirintis sejak tahun 1976 dengan waktu yang tidak ditentukan lamanya atau tidak dibatasi.

Pasal 3

Yayasan Pendidikan Dan Sosial

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ berkedudukan di Lingkungan Secang Kelurahan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

BAB II

AZAZ DAN AQIDAH

Pasal 4

AZAZ

Yayasan Pendidikan Dan Sosial

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ berazazkan Pancasila

Pasal 5

AQIDAH

Yayasan Pendidikan Dan Sosial

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ beraqidah Islam Ahlussunnah waljamaah, dan mengikuti salah satu madzhab, yaitu : Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali.

BAB III

Pasal 6

LAMBANG

Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ mempunyai lambing berupa bola dunia, 4 (empat) buah kitab, pena, kuba yang dikelilingi 9 (sembilan) bintang dan dilingkari bingkai bersudut lima.

BAB IV

Pasal 7

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan Yayasan Pendidikan dan Sosial Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ ini ialah :

a.        Ikut serta mencerdaskan bangsa dan membina manusia dan menuju keperibadian muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,berbudi luhur, cerdas,trampil, dan bertanggung jawab serta berguna bagi agama,nusa dan bangsa.

b.        Mempersiapkan generasi dan pemuda untuk menjadi manusia yang taqwa,cakap,tangguh dan kuat.

c.        Memajukan dan mengembangkan kebudayaan yang baik, khususnya kebudayaan Indonesia yang tidak bertentangan dengan Agama Islam.

d.        Membendung serta menolak kebudayaan yang merendahkan citra dan martabat bangsa,terutama yang dapat merusak Aqidah, Akhlaq atau budi pekerti

e.        Memberi bantuan pendidikan kepada masyarakat yang lemah atau tidak mampu, khususnya anak yatim, atau yatim piatu

f.          Ikut memikirkan nasib anak anak yatim atau yatim piatu, dan dapat memberikan bantuan kebutuhan sekedarnya

BAB V

Pasal 8

STATUS

            Yayasan pendidikan dan social pondok pesantren salafiyah syafi’iah NURUL AMIN ini bagian atau cabang dari pondok pesantren salafiyah syafi’iyah sukorejo situbondo.

BAB VI

Pasal 9

USAHA

            Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, yayasan penddikan dan sosial pondok pesantren Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah “ Nurul Amin “ mengadakan kegiatan :

  1. mendirikan, mnegelola dan menyelenggarakan sekolah sekolah atau madrasah madrasah dari tingkat RA/TK sampai dengan perguruan tinggi.
  2. Mendirikan dan menyeleggarakan pendidikan non formal.
  3. Mengadakan dan merealisasi sarana dan prasarana pendidikan formal dan non formal.
  4. mengadakan dan mengusahakan perpustakaan baik untuk sekolah maupun untuk umum.
  5. mendirikan dan menyelenggarakan panti asuhan anak yatim
  6. mengadakan hubungan konsolidasi dengan pemerintah, khususnya departemen Agama, dan departemen pendidikan serta elemen strategis lainnya.
  7. membangun masjid dan mushollah serta asrama dan mengadakan pengajian – pengajian.
  8. mengadakan usaha – usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan yayasan ini serta berguna bagi masyarakat.

BAB VII

Pasal 10

DEWAN KEPENGURUS AN

            Yayasan Pendidikan dan Sosial Pondok Pesantren Salafiyah syafi’iyah Nurul Amin di pimpin oleh dewan Pengurus  yang terdiri:

  1. majlis permusyawaratan keluarga (M P K ).
  2. Dewan Pengurus  Harian
  3. Bidang bidang

Pasal 11

            Tugas, wewenang, kewajiban dan hak Pengurus  yang diatur dalam ART.

BAB VIII

Pasal 12

RAPAT RAPAT

            Jenis rapat Pengurus  terdiri dari :

  1. Rapat Pengurus  lengkap.
  2. Rapat Pengurus  Harian
  3. Rapat bidang bidang
  4. Rapat koordinasi
  5. Tata cara dan ketentuan rapat di atur dalam ART

BAB IX

Pasal 13

KESANTRIAN

  1. Setiap orang yang menyatakan keinginannya menjadi santri dan sanggup mentaati  anggaran dasar dan anggaran rumah tangga dan syarat – syarat administratif.
  2. Proses penerimaan dan pemberhentian sebagai santri diatur dalam peraturan tersendiri.

BAB X

Pasal 14

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

  1. Keuangan diperoleh dari :

1.       I’anah syari’ah dan I’niyah yang suatu waktu di butuhkan yang besarnya di tentukan oleh yaysan atau pesantren

2.       Pengembangan usaha yayasan atau pesantren

3.       Sumbangan yang tidak mengikat serta usaha usaha lain yang halal

  1. Pemanfaatan keuangan yayasan atau pesantren di atur dalam anggaran rumah tangga  (ART)

BAB XI

Pasal 15

PERUBAHAN

            Anggaran dasar ini hanya dapat di ubah oleh keputusan rapat Pengurus  lengkap dan di setujui oleh separuh / lebih satu dari jumlah anggota yang hadir dengan persetujuan pengasuh

BAB XII

Pasal16

PENUTUP

  1. Anggaran sesuatu yang belum di atur dalam anggaran dasar ini akan di atur dalam anggaran rumah tangga .
  2. Anggaran dasar ini mulai berlaku sejak tanggal di tetapkan

Ditetapkan di                        : Secang kalipuro

Pada tanggal                        : _________________1428 H

2007 M

Pengasuh / Ketua yayasan

( KHM. HUSAINI HAFIDH NS, S.Pd.I )

TIM PERUMUS

( Tim Sembilan )

Drs Muslih Mahmud                                                            Ketua merangkap Anggota

Muhammad Noor                                                     Sekretaris merangkap anggota

KH.M.Husaini Hafidh Ns, S.Pd.I.                          Anggota

Mizyadin                                                                    Anggota

Nanang Khaoirurrozik, S.Hi.                                 Anggota

Ayum Ja’far Aziz                                                      Anggota

Surahma, S.Pd.I                                                       Anggota

Abd. Qadir                                                                 Anggota

Abdullah, S. Pd.                                                       Anggota

ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART)

YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAFI’IYAH “NURUL AMIN “

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

BAB 1

KETENTUAN UMUM DAN KEWAJIBAN SANTRI

Pasal 1

KETENTUAN UMUM

Yang dimaksud dengan :

a.      pengasuh pondok pesantren adalah pimpinan tertinggi yayasan.

b.      Pengurus  pesantren adalah Pengurus  Harian,kepala bidang dan kepala bagian.

c.      Santri adalah setiap orang yang terdaftar sebagai santri dan bertempat tinggal di asrama dalam komplek  pesantren atau asrama lain yang ditentukan oleh pengasuh.

BAB II

HAK DAN KEWAJIBAN SANTRI

Pasal 2

KEWAJIBAN SANTRI

Kewajiban santri adalah sebagai berikut:

  1. setiap santri wajib bertempat tinggal di asrama dalam komplek pesantren.
  2. Menta’ati peraturan pesantren
  3. Membayar I’anah sya’riyah dan I’anah yang sewaktu – waktu dibutuhkan,yang besar dan waktu pembayarannya ditentukan oleh pesantren
  4. I’anah yang dimaksud butir C tidak berlaku bagi santri yang dapat dispensasi dari pengasuh.

Pasal 3

HAK – HAK SANTRI

Hak – hak santri adalah sebagai berikut:

  1. memproleh fasilitas sarana dan prasarana yang disediakan oleh pesantren.
  2. Mendapatkan bimbingan, pelayanan, pendidikan dan pengayaan
  3. Mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan dengan berakhlaqul karimah.

Pasal 4

GUGURNYA HAK SANTRI

Gugurnya hak santri adalah sebagai berikut :

  1. Santri di nyatakan gugur haknya karena berhenti :
    1. Atas permintaan orang tua – walinya.
    2. Di berhentikan oleh pesantren setelah yang bersangkutan terbukti melanggar aturan tata tertib pesantren.
  2. Proses pemberhentian di atur dalam peraturan tersendiri.

BAB III

LAMBANG

Pasal 5

Makna lambang adalah sebagai berikut :

  1. Bola dunia melambangkan bumi sebagai tempat berpijak dalam mengemban amanat untuk berjuang amar ma’ruf dan nahi munkar.
  2. 4 kitab melambangkan 4 pedoman ( Al – Qur’an, Hadits, Ijma’ dan qiyas ).
  3. Pena melambangkan ilmu pengetahuan.
  4. Menara atau kuba melambangkan ketaqwaan.
  5. Sembilan bintang :
    1. Satu besar melambangkan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa agama.
    2. Empat sebelah kanan melambangkan empat sahabat nabi ( Kholafaur Rosyidin ).
    3. Empat sebelah kiri melambangkan empat madzhab ( Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali ).
    4. Jumlah sembilan bintang melambangkan Wali Songo.
  6. Garis lima sudut melambangkan hukum Islam.
  7. Dua garis pada garis lima sudut melambangkan Hablum Minallah dan Hablum Minannas.
  8. Warna :

-          Dasar warna hijau melambangkan kesuburan.

-          Kuning keemasan melambangkan kecerdasan.

-          Putih melambangkan kesucian.

BAB IV

KEPENGURUS AN PESANTREN

 

Pasal 6

STRUKTUR PENGURUS

 

Pengurus  pesantren adalah :

  1. MPK adalah pimpinan tertinggi yayasan yang bersifat kolektif.
  2. MPK memiliki wewenang :
    1. Menetapkan kebijakan sesuai dengan AD/ART.
    2. Mengesahkan komposisi kePengurus an dan kepala – kepala bidang.
    3. Membekukan dan memberhentikan komposisi kePengurus an dan kepala – kepala bidang.
  3. Pengurus  Harian terdiri dari :
    1. Ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, wakil bendahara, dan beberapa anggota.
    2. Pengurus  Harian di sesuaikan menurut kebutuhan, yang pembentukannya berdasarkan keputusan pengasuh.
    3. Pengurus  merupakan inti dari Pengurus  pesantren merupakan penanggung jawab kebijakan dalam pengendalian pesantren dan pelaksana keputusan – keputusan rapat Pengurus  yang bertanggung jawab pada pengasuh.

 

 

Pasal 7

BIDANG – BIDANG

                                                                              

  1. Bidang –bidang dipimpin oleh seorang kepala / coordinator dan bertanggung jawab kepada Pengurus  Harian.
  2. Bidang –bidang di bentuk berdasarkan kebutuhan .

BAB V

Pasal 8

TUGAS DAN KEWAJIBAN PENGURUS

  1. Pengurus  Harian mempunyai tugas:
    1. Menentukan arah kebijakan dalam melakukan usaha dan tindakan untuk mencapai tujuan pesantren.
    2. memberikan petunjuk, bimbingan dan pembinaan dalam memahami,mengamalkan dan mengembangkan ajaran islam menurut faham Ahlussunah Waljamaah.
    3. melakukan pengawasan terhadap semua perangkat pesantren
    4. membatalkan setiap keputusan rapat suatu perangkat pesantren yang dinilai bertentangan dengan ajaran islam atau pesantren.
    5. membentuk tim – tim kerja sesuai kebutuhan

b. kepala bidang mempunyai kewajiban memimpin jalannya kegiatan sesuai                    kebijakan yang ditetapkan sebagai Pengurus  Harian.

BAB VI

Pasal 9

HAK PENGURUS

  1. membuat kebijaksanaan, sepanjang tidak bertentangan dengan AD/ART dan keputusan Pengurus  pesantren yang lebih tinggi tingkatnya.
  2. Memberikan saran /koreksi kepada Pengurus  setingkat dan atau diatasnya dengan cara sebaik baiknya.

Pasal 10

PENGESAHAN PENGURUS

  1. Susunan Pengurus , ditetapkan oleh pengasuh.
  2. Kepala bidang disahkan oleh Pengurus  pesantren /yayasan.

Pasal 11

MASA JABATAN

 

 

Masa jabatan untuk:

  1. Pengurus  Harian selama 5 (lima) tahun
  2. kepala bidang selama 5 (lima) tahun
  3. kepala sub bagian selama 5 (lima) tahun
  4. masa periode pada butir a, b, dan c selama 3 (tiga) tahun periode secara berturut-turut.

 

BAB VII

TENTANG RAPAT

Pasal 12

RAPAT PENGURUS  LENGKAP

  1. Rapat Pengurus  lengkap merupakan forum permusyawaratan tertinggi
  2. Rapat Pengurus  lengkap dihadiri Pengurus  Harian, kepala bidang dan kepala bagian
  3. Rapat Pengurus  lengkap dapat juga diselenggarakan atas permintaan sekurang – kurangnya separuh kepala bagian dari jumlah kepala bagian.
  4. Rapat Pengurus  lengkap dapat merubah AD/ART atas persetujuan pengasuh
  5. Rapat Pengurus  lengkap adalah sah apabila dihadiri lebih dari separuh jumlah Pengurus  lengkap
  6. Rapat Pengurus  lengkap dipimpin oleh pengasuh
  7. Demi kelancaran penyelenggaraan rapat berikutnya,Rapat Pengurus  lengkap dapat membentuk panitia penyelenggara yang bertanggung jawab kepada rapat tersebut.

Pasal 13

RAPAT PENGURUS  HARIAN

 

 

  1. Rapat Pengurus  Harian dihadiri oleh Pengurus  Harian dan anggota.
  2. Rapat Pengurus  Harian dapat diselenggarakan atas permintaan sekurang – kurangnya separuh dari jumlah Pengurus  Harian
  3. Rapat Pengurus  Harian adalah sah apabila dihadiri lebih dari separuh jumlah Pengurus  Harian
  4. Rapat Pengurus  Harian dipimpin oleh Pengasuh
  5. Rapat Pengurus  Harian dapat membentuk panitia penyelenggara yang bertanggung jawab kepada Pengurus  Harian

Pasal 14

RAPAT BIDANG

  1. Rapat Bidang adalah forum permusyawaratan di tingkat bidang dan dihadiri Kepala Bidang dan Kepala Bagian.
  2. Rapat Bidang diselenggarakan 3 bulan atau atas permintaan sekurang – kurangnya lebih separuh dari jumlah Kepala Bagian.
  3. Rapat Bidang membicarakan pertanggung jawaban masing – masing kepala bagian.
  4. Rapat Bidang membahas pelaksanaan keputusan-keputuasan dan mengkaji perkembangan pesantren serta peranan masing – masing Kepala Bidang.
  5. Rapat Bidang dinyatakan sah apabila di hadiri dari separuh kepala – kepala Bagian .

Pasal 15

RAPAT KOORDINASI

  1. Rapat Koordinasi dipimpin oleh Pengasuh yang dihadiri Pengurus Harian, Kepala Bagian dan pihak – pihak terkait
  2. Rapat – rapat antar sektor yang dipimpin oleh Kepala Bidang atau Kepala Bagian yang dihadiri pihak – pihak terkait.

BAB VIII

KEUANGAN DAN KEKAYAAN

Pasal 16

PENGELOLAAN DAN LAPORAN KEUANGAN

  1. Setiap tahun pelajaran, pengurus pesantren di wajibkan menyusun rancangan anggaran pendapatan dan belanja pesantren /Pengurus yayasan (APBP/Y)
  2. Uang pendapatan terdiria  atas
    1. I’anah syahriyah dan I’anah yang sewaktu – waktu dibutuhkan yang besarnya ditentukan oleh yayasan /Pesantren
    2. Pengembangan usaha Yayasan / Pesantren.
    3. Sumbangan yang tidak mengikat serta usaha – usaha lain yang halal.
  1. Pengelolaan dipergunakan untuk:
    1. Kegiatan pesantren yang besarnya sesuai dengan yang ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja pesantren/Yayasan.(APBP/Y)
    2. Keperluan yang langsung ditangani oleh Pengasuh atau keperluan lain atas izin Pengasuh

d.   Pengurus Harian menyampaikan Laporan pertanggung jawaban kepada rapat         pengurus Lengkap.

Pasal 17

KEKAYAAN YAYASAN

            Kekayaan Yayasan / Pesantren yang berupa harta benda bergerak dan atau  harta benda tidak bergerak tidak dapat dialihkan hak kepemilikannya pada pihak lain Kecuali atas persetujuan MPK.

Pasal 18

SENTRALISASI KEUANGAN

  1. Semua pendapatan masing – masing Lembaga disentralisasi ke Yayasan / _ Pesantren
  2. Semua sumber keuangan yang berada dibawah naungan Yayasan system pengelolaan disentralisasi.

BAB IX

 

Pasal 19

 

ASRAMA

  1. Asrama terdiri dari :

-          Asrama Putra

-          Asrama Putri

  1. Struktur Asrama terdiri dari Daerah dan Kamar, yang dipimpin oleh Kepala Daerah dan Kepala Kamar.
  2. Kepala Daerah mengkoordinir beberapa Kepala kamar.
  3. Kepala Kamar membina beberapa orang santri.

BAB X

PENUTUP

Segala sesuatu yang belum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan oleh Pengurus Harian.

Anggaran Rumah Tangga (ART) iniberlaku sejak ditetapkan.

Anggaran Rumah Tangga (ART) ini akan dilakukan perubahan apabila terdapat kekeliruan.

Di Tetapkan di          : Secang Kalipuro

Pada Tanggal           :

Pengasuh / Ketua Yayasan

KH.M.HUSAINI HAFIDH NS, S. Pd.I

TIM PERUMUS

(Tim Sembilan)

Drs Muslih Mahmud                                                            Ketua merangkap Anggota

Muhammad Noor                                                                Sekretaris merangkap anggota

KH.M.Husaini Hafidh Ns, S.Pd.I.                                   Anggota

Mizyadin                                                                                  Anggota

Nanang Khairurrozik, S.Hi.                                              Anggota

Ayum Ja’far Aziz                                                                   Anggota

Surahma, S.Pd.I                                                                    Anggota

Abd. Qadir                                                                               Anggota

Abdullah, S. Pd.                                                       Anggota

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: