Peraturan PP.

PERATURAN DASAR

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAF’IYAH NURUL AMIN

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

A.      KEWAJIBAN-KEWAJIBAN

1.         Santri wajin taat kepada Pengasuh dan Peraturan Pesantren.

2.         Santri wajib menetap di dalam komplek Pesantren.

3.         Santri wajib belajar atau  mengajar di maadrasah / sekolah.

4.         Santri wajib membayar uang iuran wajib pesantren yang wtu dan besarnya ditentukan oleh Pengasuh.

5.         Santri wajib mengikuti dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah ditetaapkan oleh pesantren; Ratibul Haddad, Tarhim, Barzanji, Istighosah dan Burdah.

6.         Santri wajib menjaga kesopanan, kebersihan, kerapian  dan ketertiban di dalam maupun diluar pesantren.

7.         Santri wajib shalat berjamaah dan mengikuti pengajian yang setaraf dengan tingkat pendidikannya.

8.         Santri wajib menghadiri dan mengikuti pengajian umum atau pengarahan yang diadakan oleh Pengasuh / Pengurus.

9.         Santri wajib membaca Al-Qur’an sebelum shalat maghrib dan subuh di mushalla / surau.

10.     Santri wajib membantu Pengasuh di dalam;

a.       Membangun, memelihara dan memperbaiki bangunan serta fasilitas pesantren.

b.       Menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban.

11.     Santri wajib menunjukkan Kartu  Tanda Mahran (KTM) apabila melakukan pertemuan antara santri putra dengan santri putri yang berstatus famili / saudara pada waktu dan tempat yang ditentukan oleh Pengasuh.

12.     Santri yang pulang / bepergian harus ijin Pengasuh.

13.     Santri yang telah ditunjuk sebagai Ketua Kamar wajib melaksanakan tugasnya, terutama memberi pengajian Al-Qur’an / Tajwid, Ahlaq, Tauhid, dan Fiqh serta mengadakan rapat paling sedikit seminggu sekali.

14.     Santri yang akan berhenti haris ijin langsung kepada Pengasuh didampingi orang tua / walinya.

15.     Santri yang telah menikah wajib melapor kepada Pengasuh Pesantren dengan menunjukan Akte Nikah / bukti lain yang sah.

16.     Santri yang menikah dan akan di sekitar pesantren wajib mendapat rekomendasi dari Pengasuh.

B.      LARANGAN-LARANGAN

1.         Santri dilarang melakukan perbuatan yang dilarang oleh Syara’ atau dilarang oleh pesantren, seperti; Zina / Liwath, mencuri, bertengkar, isrof, nonton hiburan dan semacamnya.

2.         Santri dilarang makan atau minum di tempat selain Pesantren.

3.         Santri dilarang melakukan permainan yang dilarang oleh pesantren, seperti; Sepak bola, dan lain sebagainya.

4.         Santri dilarang keluar malam d pukul 21.00 s/d 04.00 WIB.

5.         Santri putra dilarang berambut gondrong dan atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren.

6.         Santri putrid dilarang berambut pendek atau menyerupai laki-laki dan atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren.

7.         Santri dilarang mencari keuntungan pribadi dengan menggunakan nama Pimpinan dan atau Pesantren.

8.         Santri dilarang mencari keunyungan baik untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain secara melawan hokum dengan nama palsu atau martabat palsu dengan tipu muslihat.

9.         Santri dilarang membeli kepada penjual yang masuk ke dalam komplek pesantren kecuali mendapat ijin dari Pengasuh.

10.     Santri dilarang memasak di serambi kamar.

11.     Santri dilarang memindahkan hak miliknya tanpa sepengetahuan Pengurus.

12.     Santri dilarang menyalahgunakan hak milik pesantren untuk kepentingan pribadi.

13.     Santri dilarang menghina, melawan, memukul, pada orang lain apalagi pada petugas pesantren.

14.     Santri dilarang tidur, istirahat diluar komplek pesantren, baik siang maupun malam.

15.     Santri dilarang mandi di jading tetangga yang hanya satu kamar.

16.     Santri dilarang memiliki, menyimpan barang-barang yang dilarang pemerintah dan atau pesantren.

17.     Santri dilarang memiliki, menggunakan dan atau menyimpan HP dan sejenisnya.

18.     Santri dilarang membawa, menyimpan, memakai barang perhiasan emas dan sejenisnya, kecuali anting-anting.

19.     Santri dilarang melakukan atau mengadakan demonstrasi, ujukras dan semacamnya.

20.     Santri dilarang menjadi anggota organisasi ng tidak ada kaitan langsung dengan pesantren tanpa ijin pengurus.

21.     Santri yang telah menikah dan masih menetap di asrama dilarang  mengadakan peertemuan diluar komplek pesantren tanpa ijin pengurus.

22.     Santri dilarang menyelenggarakan / mengikuti rombongan ziarah dan sejenisnya tanpa ijin Pengasuh.

23.     Santri dilarang merokok, mabok, minum-minuman keras dan semacamnya.

24.     Santri putrid dilarang memakai , menyimpan, memiliki pakaian lengan pendek, pakaian transparan, atau ketat dan atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren.

25.     Santri dilarang memiliki memiliki pakain melebihi jumlah yang ditentukan pesantren.

26.     Santri dilarang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan siapa saja yang dinyatakan tidak membantu ketertiban pesantren.

C.      SANKSI – SANKSI.

1.         Bagi santri yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan tersebut, maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan pesantren.

2.         Bagi santri yang melakukan pelanggaran hingga berulang tiga kali, dan melakukan pelanggaran berat (melanggar syara’), maka  akan dikeluarkan dari pesantren.

Ditetapkan di  : Secang Kalipuro

                                                                                                                                                                                    Pada Tanggal  : 1 Mei 2011

Pengasuh Pesantren

 ttd

KH.M. HUSAINI HAFIDH NASRULLAH, S.Pd.I

YAYASAN PENDIDIKAN DAN SOSIAL

Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah

 NURUL AMIN

Akta Notaris : LUBENAH, SH Nomor : 38 / 1998 Banyuwangi

e-mail : ppnurulamin@yahoo.co.id                        https://ppnurulamin.wordpress.com

Alamat  : Jalan Ibrahimy Secang Kalipuro Banyuwangi Jawa Timur

PERATURAN

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAF’IYAH NURUL AMIN

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

 

Nomor : …… /PPNA / SC/ V /2011

TENTANG

PERATURAN TATA TERTIB

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAF’IYAH NURUL AMIN

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

MENIMBANG : Bahwa sesuai dengan tujaPondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin untuk mencetak manusia beriman, berilmu, beramal dan berahlakul karimah, maka dipandang perlu untuk menetapkan peraturan tata tertib yang mengatur segala hak dan kewajiban santri Pondok Pesantren Salafiyah Syaf’iyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi
MENGINGAT : Ketetapan Pimpinan / Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi
MEMPERTHATIKAN Hasil rapat Pengurus yang membahas tentang Peraturan Pesantren

MEMUTUSKAN :

Menetapkan

PERATURAN TATA TERTIB

PONDOK PESANTREN SALAFIYAH SYAF’IYAH NURUL AMIN

SECANG KALIPURO BANYUWANGI

BAB I

PERATURAN-PERATURAN UMUM

 

Pasa 1

Dalam Pertauran tata tertib ini yang dimaksud dengan :

a. Pesantren : Adalah Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi.
b. Pengasuh : Adalah Ketua Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi.
c. Pengurus : Adalah badan pelaksana yang komposisi dan personalianya telah diatur dan ditunjuk oleh Pengasuh.
d. Santri : Adalah siapa saja yang menetap dalam kompleks Pesantren dan telah  terdaftar sebagai santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi.

Pasal 2

Tidak ada sesuatu perbuatan yang dapat / boleh dihukum kecuali perbuatan-perbuatan yang melanggar  ketentuan-ketentuan didalam peraturan ini.

Pasal 3

Ketentuan-ketentuan dalam pasal ini berlaku bagi setiap santri yang di dalam / di luar pesantren melakukan sesuatu perbuatan yang dapat / boleh dihukum.

Pasal 4

Ketentuan-ketentuan dalam pasal ini berlaku bagi setiap santri yang masih bersetatus santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Nurul Amin Secang Kalipuro Banyuwangi.

BAB II

KEWAJIBAN-KEWAJIBAN

 

Pasal 5

a.    Santri wajib taat kepada Pengasuh dan kebijasanaan Pengurus ( Sank. Ps. 49 c )

b.    Santri wajib memenuhi panggilan Pengurus ( Sank. Ps. 51 )

c.    Santri wajib menetap di dalam kompleks Pesantren ( Sank. Ps. 39 h )

d.   Santri wajib membayar UTAP yang besarnya ditentukan oleh Pimpnan / Pengasuh ( Sank. Ps. 40 a )

e.    Santri wajib memiliki dan memelihara Karu UTAP yang diterbitkan oleh Pengurus ( Sank. Ps. 40 b )

Pasal 6

a.       Santri wajib melaksanakan shalat berjamaah ( Sank. Ps. 46 a )

b.      Santri wajib mengikuti wirid dan zikir sebelum dan sesudah shalat berjamaah (Sank. Ps. 46 b )

c.       Santri wajib menjaga kesopanan dan nama baik Pesantren ( Sank. Ps. 45 a )

d.      Santri wajib menjaga kebersihan dan kerapian ( Sank. Ps. 45 a )

e.       Santri wajib mengenakan tutup kepala dan pakaian yang sesuai dengan kepribadian pesantren ( Sank. Ps. 45 t)

Pasal 7

a.       Santri wajib belajar atau mengajar di madrasah / sekolah ( Sank. Ps. 40 d, 41 a dan 45 b)

b.      Santri wajib mutholaah pada waktu yang diatur oleh pengurus (Sank. Ps. 46 c )

Pasal 8

a.       Santri wajib mengikuti pengajian Al-Qur’an dan Kitab yang setaraf dengan kemampuannya, yang dibaca ditempat pengajian ( Sank. Ps. 46 d )

b.      Santri wajib menghadiri tempat pengajian umum / pengarahan yang diadakan oleh pengurus  ( Sank. Ps. 46 e )

Pasal 9

a.       Santri wajib membaca tarhim, membantu kotol keamanan dan menyapu dihalaman pengasuh yang pelaksanaannya diatur oleh pengurus ( Sank. Ps. 52 a )

b.      Santri wajib membaca Ratibul Haddad, Barzanji, Istighosah dan Burdah yang pelaksanaannya diatur oleh pengurus. (Sank. Ps. 45 c )

c.       Santri wajib membaca Al-Qur’an sebelum shalat maghrib dan subuh di mushalla / surau atau tempat-tempat lain yang ditentukan oleh pengurus. ( Sank. Ps. 46 f )

Pasal 10

a.       Santri wajib membantu Pengasuh dalam pembangunan, memperbaiki, memelihara gedung / bangunan dan peralatan yang ada di dalam pesantren ( Sank. Ps. 52 b )

b.      Santri wajib membantu Petugas Keamanan yang pelaksanaannya diatur oleh pengurus. (Sank. Ps. 52 c )

c.       Santri wajib menunjukkan Kartu  Tanda Mahran (KTM) apabila melakukan pertemuan antara santri putra dengan santri putri yang berstatus famili / saudara pada waktu dan tempat yang ditentukan oleh Pengasuh. ( Sank. Ps. 45 f )

Pasal 11

a.       Santri yang keluar dari kompleks pesantren sejauh lebih dari 1 km (untuk putra) dan keluar dari pagar kompleks pesnatren putrid (untuk putri), atau bermalam diluar kompleks pesantren wajib membawa Surat Keterangan dari Pengurus. ( Sank. Ps. 45 w )

b.      Santri yang pulang wajib membawa Surat Ijin dari pesantren. (Sank. Ps. 45 g ). Dan khusus santri putrid harus dijemput oleh walinya atau yang mendapat mandat atau diantar oleh orang yang mendapat rekomendasi dari pengurus. ( Sank. Ps. 39 k )

c.       Santri wajib menyerahkan sendiri surat ijinnya kepada Pengasuh dan sudah berada dalam kompleks pesantren sebelum habis masa berlakunya, kecuali bg yang berhalangan, terlambat dan dikuatkan dengan surat keterangan dari Kepala Desa / Kelurahan, atau Dokter setempat. ( Sank. Ps. 45 u )

d.      Santri yang akan berhenti harus ijin langsung kepada pengasuh dengan didampingi orang tua/walinya, kemudian melapor kepada pengurus. ( Sank. Ps. 40 c )

e.       Santri yang menerima kunjungan / menjumpai orang tua / walinya / tamu lawan jenis wajib memberi tahukan kepada pengurus. ( Sank. Ps. 45 h )

Pasal 12

a.       Kepala Kamar wajib mendaftarkan calon santri yang menetap dikamarnya kepada pengurus selambat-lambatnya 3 x 24 jam. ( Sank. Ps. 45 i )

b.      Ketua Kamar wajib melaksanakan tugas-tugas dan memberikan pengajian dikamarnya terutama Al-Qur’an. ( Sank. Ps. 41 b )

c.       Ketua Kamar wajib hadir dalam  rapat yang diadakan oleh pengurus. ( Sank. Ps. 41 c )

Pasal 13

a.       Santri yang telah menikah wajib melapor kepada Pengurus Pesantren dengan menunjukan Akte Nikah / bukti lain yang sah. ( Sank. Ps. 49 e)

b.      Santri yang menikah dan akan di sekitar pesantren wajib mendapat rekomendasi dari Pengasuh. ( Sank. Ps. 40 g )

c.       Santri wajib memiliki Kartu Keluarga yang dikeluarkan oleh Pondok Pesantren. ( Sank. Ps. 49 f )

BAB III

LARANGAN-LARANGAN

Pasal 14

Santri dilarang berada diluar Madrasah / Sekolah pada saat jam efektif sedang berlangsung. ( Sank. Ps. 45 b )

Pasal 15

a.       Santri dilarang memasak didalam atau disekitar kamarnya. ( Sank. Ps. 47 a)

b.      Santri dilarang makan / minum diarung atau di tempat selain milik pesantren. ( Sank. Ps. 46 g )

c.       Santri dilarang kost makan atau numpang mandi diluar batas dan tempat yang telah ditentukan Pengurus. ( Sank. Ps. 44 c )

d.      Santri dilarang memasak atau tidur diluar Pesantren. ( Sank. Ps. 45 j )

Pasal 16

a.       Santri dilarang isrof, berlebih-lebihan menggunakan air, membelanjakan bekalnya atau membeli barang yang kurang bermanfaat. ( Sank. Ps. 46 h )

b.      Santri dilarang memindahkan hak miliknya kepada orang lain tanpa ijin Pengurus. ( Sank. Ps. 46 i)

c.       Santri dilarang menitipkan hak miliknya kepada orang lain diluar kompleks pesantren tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 46 j )

d.      Santri dilarang membuat, membangun surau, jading dan semacamnya di dalam maupun disekitar kompleks pesantren tanpa ijin pengasuh. ( Sank. Ps. 47 b )

e.       Santri dilarang menitipkan, meminjamkan, melakukan hutang piutang uang atau barang kepada orang luar tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 49 b )

Pasal 17

a.       Santri dilarang mencuri atau mengambil hak milik orang lain baik didalam maupun diluar pesantren. ( Sank. Ps. 39 a )

b.      Santri dilarang mengghasab bar / hak milik orang lain. ( Sank. Ps. 45 )

c.       Santri dilarang menyalahgunakan hak milik pesantren untuk kepenyingan pribadi( Sank. Ps. 45 q )

Pasal 18

a.       Santri dilarang berkata kotor, keji, mencaci maki dan atau menghina orang lain baik dengan lisan, tulisan atau perbuatan. ( Sank. Ps. 46 k )

b.      Santri dilarang ramai, berteriak-teriak yang dapat mengganggu ketenangan umum. ( Sank. Ps. 46 l )

c.       Santri dilarang membunyikan tape recorder au sejenisnya tanpjin pengurus. ( Sank. Ps. 42 a )

d.      Santri dilarang membawa / memiliki tape recorder yang ukurannya melebihi batas yang telah ditentukan oleh pesantren. ( Sank. Ps. 42 c )

e.       Santri dilarang membawa / memiliki / menyimpan HP. ( Sank. Ps. 42 c )

Pasal 19

a.       Santri dilarang memukul, bertengkar atau bermusuhan dengan orang lain. ( Sank. Ps. 39 b )

b.      Santri dilarang menghina, melawan dan memukul petugas pesantren yang sedang melaksanakan tugasnya. ( Sank. Ps. 39 g )

c.       Santri dilarang melakukan atau mengadakan demonstrasi, unjukrasa dan sejenisnya. ( Sank. Ps. 40 e )

Pasal 20

a.       Santri putra dilarang berambut panjang dan atau tidak sesuai dengan pandangahn pesantren. ( Sank. Ps. 44 a )

b.      Khusus Santri putri dilarang berambut pendek/ menyerupai laki-laki dan atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren. ( Sank. Ps. 39 g )

c.       Santri putri dilarang membawa, memakai dan menyimpan barang perhiasan emas dan sejenisnya, kecuali anting-anting. ( Sank. Ps. 42 b )

d.      Santri dilarang memakai kendaraan orang lain tanpa ijin pemiliknya. ( Sank. Ps.45 k)

e.       Santri dilarang mengganggu atau mengerumuni kendaraan orang lain. ( Sank. Ps.46 m)

f.       Santri dilarang naik kendaraan dalam kompleks pesantren pada batas yang ditentukan oleh pengurus. ( Sank. Ps.46 n)

Pasal 21

a.       Santri dilarang berada dalam kamar lain pada waktu antara jam 22.00 sampai dengan 04.00 WIB. . ( Sank. Ps. 45 l )

b.      Santri dilarang berasda diluar kompleks Pesantren pada waktu antara jam 21.00 sampai dengan jam 04.00 WIB. Dan khusus santri putrid larangan ini berlaku 24 jam. ( Sank. Ps. 45 m )

c.       Santri dilarang keras tinggal dikamar lain, kecuali kepentingan syar’i. ( Sank. Ps. 45 x)

Pasal 22

a.       Santri dilarang menghadiri atau menyaksikan pertunjukan yang dilarang oleh pesantren. ( Sank. Ps. 45 n )

b.      Santri dilarang membeli, membawa, menyimpan, melihat dan membaca bacaan atau gambar porno menurut pandangan pesantren. ( Sank. Ps. 46 o )

c.       Santri dilarang minum, memiliki, menyimpan minuman keras dan sejenisnya. ( Sank. Ps. 39 j)

Pasal 23

a.       Santri dilarang bertemu dengan lain jenis kecuali di tempat dan waktu yang ditentukan serta mendapat ijin Pengurus. ( Sank. Ps. 45 v )

b.      Santri dilarang bergaul bebas dengan orang laindiluar kompleks Pesantren. ( Sank. Ps. 45 r )

c.       Santri dilarang menerima tamu lawan jenis dikamar dan sekitarnya. ( Sank. Ps. 45 o )

d.      Santri dilarang bergaul atau berhubungan baik secara langsung atau tidak langsungdengan lawan jenis yang bukan mahramnya. ( Sank. Ps. 39 c )

e.       Santri dilarang melakukan perbuatanyang melanggar norma-norma kesusilaan didalam atau diluar kompleks Pesantren. ( Sank. Ps. 39 d )

f.       Santri putra dilarang memasuki kompleks santri putri, dan santri putri dilarang memasuki kompleks santri putra tanpa ijin Pengasuh. ( Sank. Ps. 46 q )

g.      Santri dilarang mandi dijeding tetangga yang satu kamar. ( Sank. Ps. 45 d )

h.      Santri dilarang membantu kerja ditetangga tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 46 p )

i.        Santri dilarang membantu, melindungi orang yang melakukan pelanggaran. ( Sank. Ps. 44 b )

Pasal 24

a.       Santri dilarang berjudi atau bermain permainan yang dapat disamakan dengan judi. ( Sank. Ps. 39 e )

b.      Santri dilarang bermain permainan yang dilarang oleh pesantren seperti sepakbola, catur dan sebagainya. ( Sank. Ps. 43 )

Pasal 25

a.       Santri dilarang berjual beli barang gelap didalam atau diluar kompleks pesantren. ( Sank. Ps. 47 c )

b.      Santri dilarang berjualan didalam kompleks pesantren tanpa ijin pengasuh. ( Sank. Ps. 47 d )

c.       Santri dilarang membeli kepada penjual yang masuk ke kompleks pesantren tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 47 e )

d.      Santri dilarang menerima tamu yang tidak mendapat ijin Pengasuh atau Pengurus. ( Sank. Ps. 49 d )

Pasal 26

a.       Santri dilarang mencari keuntungan pribadi dengan membawa nama pengasuh dan atau pengurus. ( Sank. Ps. 39 f )

b.      Santri dilarang mencari keuntungan baik untuk diri sendiri atau orang lain secara melawan hokum dengan nama palsu atau martabat palsu atau dengan tipu muslihat. ( Sank. Ps. 39 i )

 

 

Pasal 27

Santri dilarang memiliki, menggunakan, menyimpan senjata api, senjata tajam dan jenis lainnjya yang dilarang pemerintah dan atau pesantren. ( Sank. Ps. 47 f )

 

 

Pasal 28

a.       Santri yang bepergian atau pulang dilarang melampaui batas waktu yang telah ditentukan oleh pengurus. ( Sank. Ps. 48 )

b.      Santri dilarang menyelenggarakan atau mengikuti rombogan ziarah dan sejenisnya tanpa ijin pengasuh. ( Sank. Ps. 40 h dan Ps. 54 )

c.       Santri dilarang mejadi anggota organisasi yang tidak ada kaitan langsung dengan pesantren tanpa ijin pengasuh. ( Sank. Ps. 40 f )

Pasal 29

a.       Ketua kamar dilarang menerima anggota baru tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 49 a )

b.      Ketua kamar dilarang menolak pelimpahan anggota baru yang ditetapkan oleh pengurus atau pengasuh. ( Sank. Ps. 41 g )

Pasal 30

Kepala kamar dilarang meninggalkan kamarnya dalam masa lebih dari 7 hari tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 41 e )

Pasal 31

Ketua kamar dilarang menggunakan kamarnya atau tempat-tempat disekitarnya  sebagai temapat menerima tamu lawan jenis. ( Sank. Ps. 41 d )

Pasal 32

Petugas pesantren dilarang menyalahgunakan wewenangnya. ( Sank. Ps. 41 f )

Pasal 33

a.       Santri dilarang menyalahgunakan surat ijinyang dikeluarkan oleh pengurus. ( Sank. Ps. 45 s )

b.      Santri yang telah menikah dan masih menetap di asrama dilarang mengadakan pertemuan diluar kompleks pesantren tanpa ijin pengurus. ( Sank. Ps. 45 y )

c.       Santri dilarang merokok. ( Sank. Ps. 53 )

d.      Santri putri  dilarang memakai, menyimpan, memiliki pakaian lengan pendek atau ketat dan atau tidak sesuai dengan pandangahn pesantren. ( Sank. Ps. 42 d )

e.       Santri putri dilarang memiliki pakaian melebihi jumlah yang ditentukan pesantren. ( Sank. Ps. 42 e )

f.       Santri dilarang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan siapa saja yang dinyataka tidak membantu ketertiban pesantren. ( Sank. Ps. 49 g )

BAB IV

HUKUMAN – HUKUMAN

Pasal 34

Jenis – jenis hukuman

a.       Hukuman berat.

1.      Diserahkan kepada orang tuanya atau walinya.

2.      Dicabut suatu haknya.

b.      Hukuman Ringan

1.      Kerja

2.      Didenda.

3.      Dicukur.

4.      Disita suatu barangnya.

5.      Menurut keputusan pengurus atau pengasuh.

6.      Membaca Al-Qur’an, Istighfar, Zikir.

Pasal 35

 

Semua jenis hukuman berat dialksdanakan oleh pengasuh dan semua jenis hukuman ringan dilaksanakan oleh pengurus.

Pasal 36

Hukuman kerja ialah mengerjakan pekerjaan yang bermanfaat bagi pesantren atau kebutuhan pesantren.

Pasal 37

 

Hukuman denda sekurang-kurangnya Rp. 1.500,- ( seribu lima ratus ) dan sebanyak-banyaknya Rp. 10.000,- ( Sepuluh ribu rupiah ).

Pasal 38

Bebas dari semua jenis hukuman ringan apabila terhukum telah membayar denda yang telah ditentukan menurut keputusan pengurus, kecuali hukuman berat berupa diserahkan kembali kepada orang tua atau walinya.

BAB IV

SANKSI – SANKSI

Pasal 39

 

Dihukum dengan hukuman diserahkan kembali kepada orang tua atau walinya sertiap santri yang :

a.       Mencuri atau mengambil hak orang lain dengan cara tidak syah baik didalam maupun diluar pesantren ( Ps. 17 a )

b.       Memukul, bertengkar, atau bermusuhan dengan orang lain. ( Ps. 19 a )

c.       Bergaul atau berhubungan secara langsung amupun tidak langsung dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. ( Ps. 23 d )

d.      Melakukan perbuatan yang melanggar norma-norma kesusilaan baik didalam maupun kompleks pesantren. ( Ps. 23 e )

e.       Berjudi atau bermain permainan yang dapat disamakan dengan judi. ( Ps. 24 a )

f.        Mencari keuntungan pribadi dengan membawa nama pengasuh atau pengurus. ( Ps. 26 a )

g.       Menghina, melawan dan memukul petugas pesantren yang sedang melaksanakan tugasnya. ( Ps. 19 b )

h.       Tidak menetap dalam kompleks pesantren. ( Ps. 5 c )

i.         Mencari keuntungan baik untuk diri sendiri atau untuk orang lain secara melawan hokum dengan nama palsu atau martabat palsu atau tipu muslihat. ( Ps. 26 b )

j.         Minum, memiliki, menyimpanminuman keras dan sejenisnya. ( Ps. 22 c )

k.       Santri putrid pulang yang tidak dijemput walinya atau bersama orang ditugasi pengurus atau pengasuh. ( Ps. 11 w )

Pasal 40

 

Dihukum dengan hukuman cabut haknya setiap yang :

a.       Tidak membayar Uang Wajib Pesantren ( UTAP ). ( Ps. 5 d )

b.      Tidak memiliki dan tidak memelihara Kartu UTAP yang diterbitkan oleh pengurus. ( Ps. 5 e )

c.       Berhenti atau pindah tanpa mohon ijin kepada pengasuh dan melapor kepada pengurus. ( Ps. 11 d )

d.      Tidak belajar atau mengajar di Madrasah atau Sekolah. ( Ps. 7 a )

e.       Melakukan atau mengadakan demonstrasi, unjuk rasas dan semacamnya. ( Ps. 19 c )

f.       Menjadi anggota organisasi yang tidak ada kaitan langsung dengan  pesantren tanpa ijin pengasuh. ( Ps. 28 c )

g.      Menikah dan menetap disekitar pesantren tanpa rekomendasi pengasuh. ( Ps. 13 b )

h.      Menyelenggarakan rombongan ziarah dan sejenisnya tanpa ijin  pengasuh. ( Ps. 28 b )

Pasal 41

 

Dihukum dengan hukuman dicabut haknya setiap Ketua Kamar atau Guru atau Petugas Pesantren yang :

a.       Tidak melaksanakan tugasnya sebagai guru ( Ps. 7 a )

b.      Tidak melaksanakan tugasnya sebagai ketua kamar. ( Ps. 12 b )

c.       Tidak menghadiri rapat yang diadakan oleh pengurus atau pengasuh. ( Ps. 12 c )

d.      Menggunakan kamar atau tempat disekitarnya sebagai tempat menerima tamu lawan jenis. ( Ps. 31 )

e.       Meninggalkan kamarnya lebih dari 7 hari  tanpa ijin pengurus atau pengasuh. ( Ps. 30 )

f.       Menyalahgunakan wewenangnya. ( Ps. 32 )

g.      Menolak pelimpahan anggota atau santri baru yang ditetapkan oleh pengurus. ( Ps. 29 b )                                                                                              

 

 

 

                                                                          Pasal 42                               

Dihukum dengan hukuman disita suatu barangnya untuk diserahkan kepada orang tua atau

walinya dan membayar denda yang besarnya ditentukan pengurus setiap santri

a.       menyembunyikan tape recorder atau sejenisnya tanpa ijin pengurus(Ps. 18 c)

b.      Santri putri membawa,memakai atau menyimpan barang perhiasan emas dan sejenisnya kecuali anting anting.(Ps.20 c)

c.    membawa atau memiliki tape recorder yang ukurannya melebihi batas yang telah ditentukan

(Ps.18 d)

d..   khusus santri putri yang memakai,menyimpan,memiliki pakaian lengan pendek atau ketat dan

atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren .(Ps.33 d)

e.   santri putri yang memiliki  pakaian  melebihi jumlah yang ditentukan pesantren.(Ps.33 e)

pasal 43                                     

Dihukum dengan membayar denda sedikit dikitnya Rp1500-(seribu lima ratus)atau dzikir setiap santri yang bermain permainan yang dilarang oleh pesantren,seperti sepak bola, catur bola voli dan lain sebagainya (Ps.24 b)

Pasal 44                                                                                                                            

Dihukum dengan hukuman dicukur atau membayar denda sedikit dikitnya Rp5000-(lima ribu

rupiah)atau dzikir setiap santri yang

  1. santri putra berambut panjang atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren(Ps.20 a)
  2. Membantu atau melindungi orang yang melakukan palanggaran.(Ps.23 i)
  3. Kost makan atau numpang mandi diluar batas dan tempat yang telah ditentukan pengurus.(Ps15 c)

Pasal 45

Dihukum dengan hukuman kerja atau dzikir atau membayar denda setinggi tingginya Rp1500-(seribu lima ratus rupiah).setiap santri yang:

a.       Tidak menjaga kesopanan dan nama baik pesantren,kerapian dan kebersihan (Ps.6 c dan d)

b.      Tidak masuk madrasah atau berada diluar madrasah dan sekolah (Bagi yang merangkap) paada jam-jam efektif.(Ps 7 a dan 14)

c.       Tidak membaca Ratibul haddat,barzanji,istigotsah dan burdah.(Ps 9 b)

d.      Mandi di jeding tetangga yang hanya satu kamar.(Ps 23 g)

e.       Tidak melaksanakan gerak batin yang waktu dan tempatnya diatur oleh pengurus.(Ps 9 d)

f.       Melakukan pertemuan putra atau putri tanpa menunjukkan kartu tanda mahram (KTM) (Ps.10 d)

g.       Pulang tanpa membawa surat ijin dari pesantren (Ps.11 b)

h.      Menerima kunjungan atau menjumpai orang tua  atau walinya  atau tamu lawan jenis tanpa melapor kepada pengurus.(Ps 11 e)

i.        Menjadi ketua kamar yang tidak mendaftarkan calon santri yang menetap di kamarnya kepada pengurus selambat- lambatnya 3×24 jam (Ps.12 a)

j.        Memasak atau tidur diluar kompleks pesantren (Ps. 15  d)

k.      Memakai kendaraan orang lain tanpa ijin pemiliknya (Ps.20 d)

l.        Berada di kamar lain pada waktu antara jam 22.00 -04.00 WIB(Ps.21 a)

m.    Berada diluar kompleks pesantren pada waktu antara jam 21.00-04 00 WIB(Ps. 21 b)

n.      Menghadiri atau menyaksikan pertunjukan yang dilarang oleh pesantren(Ps. 22 a)

o.      Menerima tamu lawan jenis dikamar dan sekitarnya (Ps.23 c)

p.      Menghosab hak orang lain (Ps. 17 b)

q.      Menyalahgunakan hak milik pesantren untuk kepentingan pribadi (Ps. 17 c)

r.        Bergaul bebas dengan orang lain di luar kompleks pesantren (Ps. 23 b)

s.       Menyalah gunakan surat izin yng di keluarkan oleh pengurus (Ps. 33 a)

t.        Tidak menggunakan tutup kepala dan pakaian yang tidak sesuai dengan kepribadian pesantren (Ps. 6 e)

u.      Tdak berada dalam komplek pesantren setelah habis masa berlaku surat izinnya atau tidak menyerahkan langsung pada pengasuh (Ps. 11 c)

v.      Bertemu dengan lawan jenis di luar tempat dan waktu yang telah di tentukan dan tidak mendapat izin dari pengurus (Ps. 23 a)

w.    Keluar dari kompleks pesantren sejauh lebih dari 1 km ( untuk santri putra ) dan keluar dari pagar kompleks pesantren putrid ( untuk santri putrid ), atau bermalam di luar kompleks pesantren tanpa membawa surat keterangan dari pengurus ( Ps. 33 b)

x.      Kerasan tinggal di kamar lain tidak untuk kepentingan syar’I (Ps. 21 c )

y.      Santri telah menikah dan masih menetap di asrama mengadakan pertemuan di luar kompleks pesantren tanpa izin pengurus (Ps. 33 b)

Pasal 46

Dihukum dengan hukuman di cukur atau kerja atau dzikir atau denda serendah rendahnya Rp. 5.000 ( lima ribu rupiah ) setiap santri yang :

a.      Tidak melaksanakan sholat berjamaah (Ps. 6 a )

b.      Tidak mengikuti wirid dan dzikir sebelum dan sesudah sholat berjamaah (Ps. 6 b )

c.      Tidak mutholaah pada waktu yang di atur oleh pengurus (Ps. 7 b )

d.     Tidak mengikuti pengajian al-qur’an dan kitab yang setaraf dengan kemampuannya yang di baca di tempat pengajian (Ps. 8 a )

e.      Tidak menghadiri tempat pengajian umum atau pengarahan yang di adakan oleh pengurus (Ps. 8 b )

f.       Tidak membaca al-qur’an sebelum sholat subuh dan maghrib (Ps. 9 c )

g.      Makan atau minum di warung atau di tempat selain millik pesantren (Ps. 15 b )

h.      Isyrof dalam menggunakan air, membelanjakan bekalnya atau membeli barang yang kurang bermanfaat (Ps. 16 a )

i.        Memindahkan hak miliknya kepada orang lain tanpa izin pengurus (Ps. 16 c )

j.        Menitipkan hak miliknya kepada orang lain di luar kompleks pesantren tanpa izin pengurus (Ps. 16 c )

k.      Berkata kotor, keji, mencaci maki dan atau menhina orang lain baik dengan lisan, tulisan atau perbuatan (Ps. 18 a )

l.        Ramai, berteriak teriak yang dapat mengganggu ketenangan umum (Ps. 18 b )

m.    Mengganggu atau mengerumuni kendaraan orang lain ( Ps. 20 e )

n.      Naik kendaraan dalam kompleks pesantren yang batasnya di tentukan oleh pengurus ( Ps. 20 f)

o.      Membeli, membawa,  menyimpan, melihat dan membaca bacaan atau gambar porno menurut pandangan pesantren ( Ps. 22 b )

p.      Membantu kerja di tetangga tanpa izin pengurus ( Ps. 23 h )

q.      Memasuki kompleks santri putrid bagi putra dan memasuki komplek putra bagi santri putrid tanpa izin pengasuh (Ps. 23 f )

Pasal 47

Dihukum dengan hukuman di sita suatu haknya atau di denda serendah rendahnya Rp. 1.000 ( seribu rupiah ) santri yang :

a.     Memasak di dalam atau sekitar kamarnya (ps. 15 a )

b.    Membuat, membangu surau, jading dan sejenisnya di dalam maupun di sekitar kompleks pesantren tanpa izin pengasuh (Ps. 16 b )

c.      Berjual beli barang gelap di dalam maupun di luar kompleks pesantren ( Ps. 25 a )

d.    Berjualan di ldalam kompleks pesantren tanpa izin pengurus atau pengasuh (Ps. 25 b )

e.     Membeli kepada penjual yang manuk pesantren tanpa izin pengurus dan pengasuh (Ps. 25 c )

f.     Memiliki, menggunakan, menyimpan senjata api, senjata tajam dan jenis lainnya yang di larang oleh pemerintah atau pesantren ( Ps. 27 )

Pasal 48

Di hukum dengan hukuman kerja atau dzikir atau denda perhari Rp. 5.000 ( lima ribu rupiah ) setiap santri yang :

Bepergian atau pulang melampaui batas waktu yang telah di tentukan oleh pengurus  (Ps. 28 a )

Pasal 49

Dihukum dengan hukuman menurut keputusan pengurus atau pengasuh :

a.    Ketua kamar yang menerima anggota baru tanpa izin pengurus (Ps. 29 a )

b.   Santri yang menitipkan, meminjamkan, melakukan hutang piutang uang atau barang kepada orang luar tanpa izin pengurus )Ps. 16 e )

c.    Santri yang tidak taat kepada pengasuh atau kebijaksanaan pengurus (Ps. 5 a )

d.   Santri yang menerima tamu yang tidak mendapat izin pengurus (Ps. 25 d )

e.    Santri yang telah menikah tidak melapor kepada pengurus pesantren dengan menunjukkan akta nikah atau bukti lain yang sah (Ps. 13 a )

f.    Santri yang tidak memiliki kartu keluarga yang di keluarkan oleh pondok pesantren (Ps. 13 c )

g.   Santri yang berhubungan langsung atau tidak langsung dengan siapa saja yang di nyatakan tidak membantu ketertiban pesantren (Ps. 33 f )

Pasal 50

Dihukum dengan 2 kali lipat hukuman setiap santri  yang melanggar tidak memenuhi panggilan pengurus (Ps. 5 b )

Pasal 51

Dihukum dengan hukuman denda setinggi tingginya Rp. 10.000 ( sepuluh ribu rupiah ) dengan tetap melaksanakan tugas secara keseluruhan, santri yang :

a.      Tidak membaca tarkhim, membantu control keamanan, dan menyapu di halaman pengasuh yang telah di atur oleh pengurus (Ps. 9 a )

b.     Tidak membantu pengasuh dalam membangun, memperbaiki, memelihara gedung atau bangunan dan peralatan yang ada di dalam pesantren (Ps. 10 a )

c.      Tidak membantu petugas keamanan yang melaksanaannya di atur oleh pengurus (Ps.10 b)

 

Pasal 52

Dihukum dengan hukuman dicukur atau bekerja atau dzikir dan atau denda Rp5.000 (lima ribu rupiah )dan setinggi- tingginya Rp10.000,- ( sepuluh ribu rupiah),santri yang merokok (Ps.33 c)

                                                                        

Pasal 53

Dihukum dengan hukuman dzikir, yang waktu dan tempatnya ditentukan oleh pengasuh setiap santri yang mengikuti rombongan ziaroh dan sejenisnya tanpa ijin pengasuh (Ps 28 b)

Pasal 54

                                                               

Dihukum dengan hukuman dzikir, yang waktu dan tempatnya ditentukan oleh pengurus setiap santri putrid yang berambut pendek atau menyerupai laki-laki dan atau tidak sesuai dengan pandangan pesantren(Ps.20 b)

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal  55

Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan tata tertib ini akan diatur menurut kebijaksanaan pengurus atau pengasuh.

Pasal  56  

 

a.       Dengan berlakunya tata tertib ini,maka semua katentuan yang bertentangan dengan peraturan  tata tertib ini dinyatakan tidak berlaku lagi.

b.      Peratuan tata tertib ini mlai berlaku pada hari dan tanggal di tetapkan.

 

 

 

 

Di tetapkan                 : Secang Kalipuro

                                                                                                                                                                        Pada tanggal               : 1 Mei 2011

Pengasuh

Pondok Pesantren Slafiyah Syafi’iyah

Nurul Amin

 ttd

 KH.M. HUSAINI HAFIDH NASRULLAH, S. Pd.I

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: